Penerapan Teknologi Informasi Dalam Berbagai Bidang
Penerapan Teknologi Informasi Dalam Berbagai Bidang
Beberapa jenis aplikasi tersebut adalah :
Perdagangan secara elektronik adalah perdagangan yang
dilakukan dengan memanfaatan jaringan telekomunikasi terutama Internet.
Internet memungkinkan orang atau organisasi yang berada pada jarak yang jauh
dapat saling berkomunikasi dengan biaya yang murah. Hal ini kemudian
dimanfaatkan untuk melakukan transaksi perdagangan. Ada banyak bentuk
perdagangan secara elektonik yang dilakukan sekarang , antara lain : Internet
Banking, pembelian dan penyedian barang, toko online dan sebagainya.
Perdagangan secara elektronik memberikan keuntungan baik kepada perusahan
maupun kepada pelanggan (customer). E-commerce merupakan suatu set dinamis
teknologi, aplikasi, dan proses bisinis yang menghubungkan perusahaan, konsumen
dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan
informasi yang dilakukan secara elektronik”. Di internet, Anda juga bisa
melakukan transaksi jual beli barang. Sekarang di internet sudah banyak
terdapat toko online. Secara fisik, mereka bukan toko dalam arti sebenarnya.
Mereka hanya menyediakan situs web, dan melalui situs web ini Anda bisa memesan
barang-barang tertentu pada mereka. Misalnya saja Anda hendak membeli mobil.
Anda tinggal mengisi formulir yang disediakan, menuliskan spesifikasi mobil
yang hendak Anda beli, lalu tekan tombol buy (beli). Pembayaran dilakukan
dengan kartu kredit (melalui internet juga). Beberapa hari kemudian, mobil yang
Anda pesan tersebut diantar ke rumah Anda.
Dalam Bidang Perbankan
Sekarang telah banyak pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota
besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya,
tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern. Layanan perbankan modern
yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan
ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan
perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun
agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak
disebabkan oleh kondisi infrastruktur sekarang selain aspek geografis Indonesia
yang unik dan luas.Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga
keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang
handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan
bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah
dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM (Anjungan
Tunai Mandiri) dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo
dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit
saja, semua transaksi dapat dilakukan. Perkembangan teknologi informasi
Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami
komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak
komputer; sistem jaringan baik berupa LAN (Local Area Network) ataupun WAN
(Wide Area Network) dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk
mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih
terus meningkat, hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang
memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang, juga jumlah
SDM (Sumber Daya Manusia) berkemampuan di bidang teknologi informasi masih
sedikit, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Dalam Pendidikan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah
memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses
pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada
lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke
penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke
“online” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5)
dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan
dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet,
e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan
melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan
media-media tersebut (Rosenberg, 2001).
Teknologi sering dipahami oleh orang awam sebagai sesuatu
yang berupa mesin atau hal-hal yang berkaitan dengan permesinan, namun
sesungguhnya teknologi pendidikan memiliki makna yang lebih luas, karena
teknologi pendidikan merupakan perpaduan dari unsur manusia, mesin, ide,
prosedur, dan pengelolaannya (Hoba, 1977) kemudian pengertian tersebut akan
lebih jelas dengan pengertian bahwa pada hakikatnya teknologi adalah penerapan
dari ilmu atau pengetahuan lain yang terorganisir ke dalam tugas-tugas praktis
(Galbraith, 1977). Keberadaan teknologi harus dimaknai sebagai upaya untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi dan teknologi tidak dapat dipisahkan
dari masalah, sebab teknologi lahir dan dikembangkan untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Berkaitan dengan hal tersebut, maka
teknologi pendidikan juga dapat dipandang sebagai suatu produk dan proses
(Sadiman, 1993). Sebagai suatu produk teknologi pendidikan mudah dipahami
karena sifatnya lebih konkrit seperti radio, televisi, proyektor, OHP dan
sebagainya.
Sebagai sebuah proses teknologi pendidikan bersifat abstrak.
Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang
kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan
organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi
permasalahan,melaksanakan,menilai, dan mengelola pemecahan
masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia. (AECT, 1977).
Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirnya teknologi pendidikan lahir dari
adanya permasalahan dalam pendidikan.Permasalahan pendidikan yang mencuat saat
ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu /
kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Permasalahan serius yang masih
dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi
adalah masalah kualitas, tentu saja ini dapat di pecahkan melalui pendekatan
Informatika kedokteran adalah disiplin yang berkaitan erat
dengan pemanfaatan komputer dan teknologi komunikasi di bidang kedokteran.
Edward H. Shortliffe mendefinisikan informatika kedokteran sebagai berikut:
“Disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat yang berurusan dengan penyimpanan,
penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara
optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan”. Pakar
informatika kedokteran lainnya, Haux mengatakan dengan istilah “systematic
processing of information in medicine“.
Informatika kedokteran berhubungan dengan semua ilmu dasar
dan terapan dalam kedokteran dan terkait sangat erat dengan teknologi informasi
modern, yaitu komputer dan komunikasi. Posisinya di kedokteran berada di persilangan
antara berbagai disiplin ilmu dasar dan terapan di kedokteran serta disiplin di
luar kedokteran, seperti ilmu informasi, komputer, statistika, dan psikologi.
Secara terapan, aplikasi informatika kedokteran meliputi rekam medis
elektronik, sistem pendukung keputusan medis, sistem penarikan informasi
kedokteran, hingga pemanfaatan internet dan intranet untuk sektor kesehatan,
termasuk pengembangan sistem informasi klinis.
Proses penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
merupakan dasar yang muncul dan dikenal sebagai Informatika Masyarakat.
Masyarakat informatika melibatkan diri lebih dari sekedar pengadopsian
teknologi informasi dan komunikasi di dalamnya, tetapi ikut dalam penerapan
teknologi informasi dan komunikasi demi keuntungan masyarakat lokal. Masyarakat
informatika tidak hanya menghadapkan teknologi, tetapi juga gagasan sosial yang
dikenal sebagai modal sosial. Masyarakat informatika juga memperkenalkan
dimensi baru ke dalam konsep pembagian masyarakat berdasarkan modal budaya dan
kelas sosial yang menstratifikasi masyarakat.
Michael Gurstein, (Gurstein, 2000), mendeskripsikan
masyarakat informasi dengan cara berikut: Masyarakat Informatika adalah
aplikasi teknologi informasi dan komunikasi untuk memungkinkan proses
masyarakat dan pencapaian tujuan masyarakat yang mencakup pembagian digital di
dalam maupun antar masyarakat. Masyarakat informatika muncul sebagai
kerangka untuk mendekati Sistem
Informasi secara sistematis dari perspektif masyarakat dan sejajar dengan
Sistem Informasi Manajemen dalam pengembangan strategi dan teknik untuk
manajemen penggunaan dan aplikasi sistem informasi masyarakat.
Masyarakat informatika mengatasi hubungan antara teori
akademik dan penelitian, masalah kebijakan dan pragmatis yang timbul dari
puluhan ribu “Jaringan Masyarakat”, “Pusat Teknologi Masyarakat”, Telecentre,
Pusat Komunikasi Masyarakat, dan Telecottage yang saat ini berada secara
global.
Sebagai satu bidang akademik, masyarakat informatika
mengambil sumber daya dan partisipan dari serangkaian latar belakang, termasuk
Ilmu Komputer, Manajemen, Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Perencanaan,
Sosiologi, Pendidikan, Kebijakan Sosial, dan penelitian Pedesaan, Regional, dan
Pembangunan.
Sebagai suatu praktik, masyarakat informatika merupakan
kepentingan bagi mereka yang perhatian dengan Pengembangan Masyarakat dan
Ekonomi Lokal di Negara Berkembang maupun Maju dan memiliki hubungan dekat
dengan mereka yang bekerja di bidang-bidang seperti Pembangunan Masyarakat,
Pembangunan Ekonomi Masyarakat, Informatika Kesehatan Berbasis Masyarakat,
Pendidikan Dewasa dan Lanjutan.
Masyarakat informatika adalah bagian dari struktur
masyarakat di dunia yang muncul dan memiliki peran di sejumlah tingkat
fundamental dalam masyarakat yang berkembang. Masyarakat informatika dapat
dideskripsikan sebagai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk
praktik masyarakat, yang didefinisikan oleh Glen (1993) sebagai Penyampaian
Layanan Masyarakat, dan Tindakan Masyarakat. Khususnya, Praktik Masyarakat semakin
dianggap fundamental untuk masalah-masalah sosial karena masyarakat di suatu
tempat menghadapi dunia perdagangan modern yang kurang menjadi subyek negara/
bangsa.
Komunikasi telah memainkan peranan penting dalam
mengembangkan dan mempertahankan kesehjateraan masyarakat secara geografis
sepanjang sejarah. Informatika Masyarakat adalah sebuah fenomena terkini pada
masyarakat jaringan modern, dapat dilacak pada pemrakarsa komunikasi masyarakat
akhir 1980 sampai awal 1990.
Sejak permulaan, tujuan utama teknologi masyarakat adalah
untuk menggunakan prasarana, aplikasi, dan layanan informasi dan komunikasi
untuk memberdayakan dan melestarikan modal sosial masyarakat lokal (jaringan,
organisasi, kelompok, aktivitas, dan nilai yang mendasari kehidupan masyarakat).








Komentar
Posting Komentar